Cara Menghitung Neraca untuk Laporan Keuangan

cara menghitung neraca

#Bikinmudah – Apa yang pertama kali Anda pikirkan ketika mendengar cara menghitung neraca? Tentunya kata itu berkaitan dengan proses penyusunan akuntansi dan hitungan nominal transaksi.

Karena neraca sendiri ialah laporan keuangan yang berisi kondisi keuangan perusahaan.

Konveksi Jasa Sablon Jogja

👁 Lanjutkan Membaca...

Agar lebih jelasnya, neraca adalah laporan keuangan yang berisi data terkait aset bisnis, kewajiban dan ekuitas pemegang saham pada periode tertentu. Melalui neraca, Anda dapat mengetahui nilai bisnis pada waktu tertentu, sehingga dapat memahami kondisi finansial.

Komponen-Komponen pada Neraca   

Dokumen akuntansi keuangan ini memberikan informasi tentang kondisi sesungguhnya dari perusahaan atau organisasi kepada pihak internal seperti manajemen, karyawan dan pihak eksternal seperti kreditur dan calon investor.

Memahami apa itu laporan neraca merupakan skill penting yang perlu dimiliki dan sangat diperlukan oleh pemilik usaha, pegawai dan investor. Semua neraca mempunyai tiga komponen utama, yaitu aktiva (aset), liabilitas dan ekuitas pemilik.

Nah, sebelum mengetahui seperti apa cara menghitung neraca untuk laporan keuangan, sebaiknya terlebih dahulu Anda memahami komponen-komponen neraca, yaitu sebagai berikut:

1. Aktiva

Kekayaan dari perusahaan yang memiliki nilai manfaat untuk masa depan, seperti properti kendaraan, gedung, tanah dan lainnya. Aktiva sendiri terdiri dari dua macam, yaitu aktiva lancar (aset lancar) dan aktiva tetap (aset tetap berwujud).

Aset lancar adalah aktiva yang bisa dicairkan relatif lebih cepat, artinya bisa diubah menjadi sebuah kas dalam waktu setahun bahkan kurang. Sedangkan aset tetap ialah aset yang memiliki manfaat dalam waktu yang lama.

Baca Juga:   Tips Agar Tidak Mengantuk Saat Sedang Bekerja

2. Liabilitas (Kewajiban) 

Bagian berikutnya yang dihitung dalam neraca untuk laporan keuangan adalah kewajiban atau kewajiban perusahaan. Kewajiban disini ialah hutang perusahaan kepada pihak lain, seperti pengeluaran perusahaan, pembayaran pinjaman, dan bentuk utang lainnya.

Liabilitas dalam cara menghitung neraca terdiri dari dua macam, yaitu hutang lancar (kewajiban lancar) dan hutang jangka panjang (kewajiban jangka panjang). Namun, secara penilaiannya liabilitas merupakan utang yang dipakai perusahaan kepada kreditur.

Kewajiban hutang adalah kewajiban jatuh tempo satu tahun. Sedangkan kewajiban utang jangka panjang adalah kewajiban perusahaan untuk melakukan pembayaran dengan tempo lebih dari satu tahun.

3. Ekuitas Pemegang Saham

Komponen ketiga yang dihitung dalam membuat neraca selanjutnya adalah ekuitas pemegang saham. Komponen satu ini merujuk pada beberapa hal, yaitu:

  • Total untuk yang yang dimasukkan ke dalam bisnis oleh pemilik atau pemegang saham.
  • Setiap modal disumbangkan
  • Jumlah uang yang dihasilkan oleh bisnis.

Jadi, ekuitas pemegang saham merupakan aset bersih yang dimiliki oleh tiap perusahaan. Dalam laporan keuangan neraca, ekuitas pemilik saham dihitung dengan memakai rumah berikut:

Ekuitas Pemegang Saham = Total Aset (aset lancar maupun tidak lancar) – Total Kewajiban (kewajiban lancar maupun tidak lancar) 

Cara Menghitung Neraca untuk Laporan Keuangan

Terdapat rumus neraca atau persamaan akuntansi yang dipakai sebagai cara membuat neraca dalam sebuah software akuntansi. Rumus ini menunjukkan bahwa untuk setiap debit, ada jumlah kredit dan sebaliknya. Inilah rumusnya:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Adapun rumus untuk mengetahui jumlah harta, utang dan modal adalah sebagai berikut:

Harta = Utang + Modal

Bila hak atas kekayaannya adalah milik perusahaan sendiri, persamaan itu dapat ditulis:

Harta (Aktiva) = Modal Pemilik (Pasiva)

Baca Juga:   Mie setan resto galaxy

Selain rumus diatas, ada juga rumus lain yang bisa melihat persamaan dasar ialah:

H = U+M+P-B

H = Harta, merupakan segala (kekayaan) dari suatu perusahaan

U = Utang, kewajiban yang harus dilakukan perusahaan terhadap pihak lain

M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan

B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan

P = Pendapatan, adalah bertambah aktiva perusahaan

Demikian cara menghitung neraca beserta komponen-komponen dasar yang perlu Anda ketahui. Anda dapat menerapkan rumus di atas untuk menghitung neraca hingga menjadi laporan keuangan.